Karakter Kepala Daerah yang responsif adalah lebih banyak berperan menjawab aspirasi dan tuntutan masyarakat yang disalurkan melalui berbagai media komunikasi. Dengan kata lain, Mangindar Simbolon menghayati betul suatu sikap dasar untuk selalu mendengar aspirasi dan suara rakyat di daerahnya. Dia juga mau mengeluarkan energi dan menggunakan waktunya secara cepat untuk menjawab setiap pertanyaan, menampung setiap keluhan, memperhatikan setiap tuntutan dan memanfaatkan setiap dukungan masyarakat tentang suatu hal yang menyangkut kepentingan umum. Sigap dalam mengambil keputusan, sehingga dapat mencegah terjadinya berbagai ekses yang tidak diharapkan. Karakter kepemimpinan responsif hakikatnya adalah mewakili asas "pemerintahan oleh rakyat" (government by the people), karenanya dalam praktik ia menjadikan Pemerintah Daerah sebagai abdi rakyat dan pelayan rakyat. Dengan begitu, terjadi orientasi dari awalnya suka mengatur rakyat, menjadi suka melayani rakyat." Tulis buku "Pemimpin Responsif yang Berdedikasi" pada halaman 232 sampai halaman 234.
| Sampul Buku "Pemimpin Responsif yang Berdedikasi" |
Buku "Pemimpin Responsif yang Berdedikasi" dengan tebal 344 halam itu, diterbitkan oleh Indomedia (PT Indomedia Global) dengan tim editor Sarbinnor Karim (Koordinator), Ratih Siti Aminah, Budi Nugroho, Teguh Wiyono, M.S. Ari.
Kemarin buku itu sampai di tangan saya, sebelumnya terbit di beberapa surat kabar. Namun di Blog ini buku itu tebalnya 344 halaman, sedangkan di surat kabar itu tidak sampai segitu. Mohon izin untuk dikoreksi ileh admin Blog ini.
ReplyDeletekiprahnya sebagai Bupati Samosir, nyaris sama dengan Presiden SBY. Tapi kok bisa ya diilang Pemimpin Responsif? heran deh gue.
ReplyDeleteHahahaaha, sepertinya lebih cocok Menghindar
Delete