Para jurnalis "sampah" itu, telah menggoreskan tinta hitam pada wajah "persuratkabaran" di negeri ini. Mereka sudah melupakan fungsi mencerdaskan, fungsi edukasi dan hiburan (entertainer). Mereka telah menjelmahkan diri sebagai "predator", "pemangsa", dan menjadi "kanibal" yang menghalalkan apapun untuk mendapatkan sesuatu atau untuk mencapai satu tujuan yang menyesatkan.
Para jurnalis "sampah" itu, mata hatinya sudah menghitam dan langkahnya sudah kehilangan arah. Menebar fitnah dan informasi tidak benar.
Aneh rasanya, kalau para jurnalis "sampah" itu, tidak tersentuh hukum, tidak terjamah undang-undang pokok pers, dan tidak terperangkap kode etik jurnalistik.
Siapa mempermalukan siapa. Siapa harus menghormati siapa. Apakabar para jurnalis "alur lurus"?
Oleh: ingot simangunsong
Pematangsiantar, 18 Juni 2014

0 komentar:
Post a Comment