Seandainya sosok Mentari bisa aku gapai dan hinggap dalam pelukan, aku merasa adalah manusia yang akan bahagia, bila pun ada bentakan, cacian, itu tak akan aku pedulikan. Bahkan dikatakan bangkai sekalipun terhadap aku pasti aku terima.
Namun aku sadar akan hal itu, semua mustahil dan mungkin tak akan pernah terjadi. Mentari jauh di atas dan jarak terhadap aku melampaui batas normal.
Aku harus banyak lagi berkaca pada diri sendiri, ternyata betapa hina aku hidup di bumi ini. Dan walaupun begitu, rasa syukur selalu aku ucapkan.
Mentari, terima kasih atas adanya engkau bersinar di bumi ini, semua mahluk hidup menginginkan mentari hadir dalam hidupnya.
Keterbatasan dan perbedaan terkadang menjadi sebuah pemisah dan itu aku sadari, karena keinginan tidak selalu harus dimiliki.
Mentari, aku tak ingin berlebihan untuk meminta kepadamu keinginanku, tolong jangan sinari aku dengan sinar kebencian.

0 komentar:
Post a Comment