Danau Toba telah masuk sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional
(KSPN) sesuai penetapan oleh pemerintah pusat melalui PP. 26/2008) dan
pada PP. 50/2011 tentang RIPPARNAS tahun 2010 – 2025. Konsep
Geopark Toba merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pariwisata
kawasan Danau Toba dan mewujudkan visi Samosir menjadi kawasan wisata
lingkungan yang inovatif.
![]() |
| Foto oleh www.antarasumut.com |
Pemerintah
Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
menggelar Sosialisasi Geopark Kaldera Toba di Saulina Resort,
Pangururan, beberapa waktu yang lalu.
Sosialisasi
tersebut diikuti oleh pelaku budaya Dr. Hinca IP. Pandjaitan XIII, SH,
MH, ACCS, Pimpinan SKPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Komunitas I
Rumahela, Masyarakat Kecamatan Pangururan dan dibuka oleh Bupati Samosir
Ir. Mangindar Simbolon, MM.
Gubsu
melalui Asisten Ekbang Kesos Provsu Ir Hj R Sabrina, M.Si mengatakan
bahwa menurut UNESCO, Geopark merupakan suatu kawasan yang memiliki
unsur-unsur geologi yang termuka termasuk nilai arkeologi, ekologi dan
budaya yang ada didalamnya. Dimana masyarakat setempat diajak
berperan-serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam.
Sosialisasi ini dilaksanakan untuk memperkenalkan Geopark Kaldera Toba
dalam rangka memperjuangkan Kaldera Toba sebagai salah satu Global
Geopark Network (GGN-UNESCO).
Dalam
sambutan Bupati Kabupaten Samosir Ir. Mangindar Simbolon, MM, mengatakan
bahwa Pemerintah pusat telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu
Kawasan Strategis Nasional. Hal ini menegaskan bahwa kawasan Danau Toba
akan menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan dan
pembangunan kepariwisataan.
Menurut
Mangindar, membangun Geopark Toba memiliki 3 aspek tujuan utama yang
saling terkait. Pertama adalah fungsi konservasi/perlindungan aspek
geologis untuk geosite-geosite (objek wisata) yang tersebar di kawasan
Danau Toba. Objek warisan bumi ini berpeluang mencipatakan nilai
ekonomi.
Kemudian
aspek yang kedua adalah aspek edukasi/pendidikan dan penelitian terhadap
fenomena pembentukan muka bumi (Geoscientific Knowledge). Geopark Toba
sebagai tempat yang berisi berbagai material bumi yang berkaitan dengan
proses terbentuknya kawasan Danau Toba saat ini. Dengan demikian,
Geopark Toba akan berfungsi sebagai tempat tujuan wisata yang berkaitan
dengan edukasi.
Aspek yang
ketiga adalah Geotourism. Kegiatan geopark mampu menstimulus aktifitas
ekonomi masyarakat lokal serta pembangunan yang berkelanjutan. Dengan
meningkatnya jumlah pengunjung di Geopark maka akan berdampak bagi
peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Geopark.
Penyelenggaraan kegiatan pariwisata Geopark secara berkelanjutan
dimaknai sebagai kegiatan dan upaya penyeimbangan antara pembangunan
ekonomi melalui usaha konservasi dan pengembangan ekonomi lokal melalui
kegiatan pariwisata berbasis alam. Tutup Mangindar Simbolon. (Abidan Simbolon)
Sumber: Harian Reportase

0 komentar:
Post a Comment