Media | Berita | Penerbitan

Friday, 3 October 2014

Memperjuangkan Geopark Kaldera Toba untuk GGN-UNESCO

Danau Toba telah masuk sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sesuai penetapan oleh pemerintah pusat melalui PP. 26/2008) dan pada PP. 50/2011 tentang RIPPARNAS tahun 2010 – 2025. Konsep Geopark Toba merupakan langkah strategis dalam mengembangkan pariwisata kawasan Danau Toba dan mewujudkan visi Samosir menjadi kawasan wisata lingkungan yang inovatif.

Foto oleh www.antarasumut.com
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Sosialisasi Geopark Kaldera Toba di Saulina Resort, Pangururan, beberapa waktu yang lalu.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh pelaku budaya Dr. Hinca IP. Pandjaitan XIII, SH, MH, ACCS, Pimpinan SKPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Komunitas I Rumahela, Masyarakat Kecamatan Pangururan dan dibuka oleh Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, MM.
Gubsu melalui Asisten Ekbang Kesos Provsu Ir Hj R Sabrina, M.Si mengatakan bahwa menurut UNESCO, Geopark merupakan suatu kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi yang termuka termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada didalamnya. Dimana masyarakat setempat diajak berperan-serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam. Sosialisasi ini dilaksanakan untuk memperkenalkan Geopark Kaldera Toba dalam rangka memperjuangkan Kaldera Toba sebagai salah satu Global Geopark Network (GGN-UNESCO).

Dalam sambutan Bupati Kabupaten Samosir Ir. Mangindar Simbolon, MM, mengatakan bahwa  Pemerintah pusat telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional. Hal ini menegaskan bahwa kawasan Danau Toba akan menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan dan pembangunan kepariwisataan.

Menurut Mangindar, membangun Geopark Toba memiliki 3 aspek tujuan utama yang saling terkait. Pertama adalah fungsi konservasi/perlindungan aspek geologis untuk geosite-geosite (objek wisata) yang tersebar di kawasan Danau Toba. Objek warisan bumi ini berpeluang mencipatakan nilai ekonomi.

Kemudian aspek yang kedua adalah aspek edukasi/pendidikan dan penelitian terhadap fenomena pembentukan muka bumi (Geoscientific Knowledge). Geopark Toba sebagai tempat yang berisi berbagai material bumi yang berkaitan dengan proses terbentuknya kawasan Danau Toba saat ini. Dengan demikian, Geopark Toba akan berfungsi sebagai tempat tujuan wisata yang berkaitan dengan edukasi.

Aspek yang ketiga adalah Geotourism. Kegiatan geopark mampu menstimulus aktifitas ekonomi masyarakat lokal serta pembangunan yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung di Geopark maka akan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Geopark. Penyelenggaraan kegiatan pariwisata Geopark secara berkelanjutan dimaknai sebagai kegiatan dan upaya penyeimbangan antara pembangunan ekonomi melalui  usaha konservasi dan pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata berbasis alam. Tutup Mangindar Simbolon. (Abidan Simbolon)

Sumber: Harian Reportase

0 komentar:

Post a Comment