Media | Berita | Penerbitan

Friday, 7 February 2014

Karolin Margret Natasa dalam kontak masuk pesan

Baru-baru ini, sering menerima SMS dari beberapa teman melalui nomor telepon seluler yang tersimpan di handphone saya dengan isi yang sama untuk mengajak menyebarkan atau mengirimkan kembali SMS itu ke 15 orang lainya dengan iming-iming setelah mengirim sebanyak 15 kali, dan akan mendapatkan penambahan pulsa sebesar Rp. 100.000.


Nominal (jumlah) pulsa yang akan bertambah lumayan dan cukup besar bagi saya sendiri. Waktu pertama SMS itu nyangkut di kontak masuk pesan dalam handphone, tergiur untuk memperbanyak atau mengirimkan kembali ke 15 orang. Namun, keraguan pun membentuk bayangan dalam pikiran tentang benartidaknya penambahan pulsa itu.


Bebarapa kali saya membaca pesan masuk dalam handphone saya yang bermerek Samsung, isinya bertuliskan: "Calon DPR RI PDIP Ibu dr. Karolin Margaret No.2 bagi pulsa karena mencalonkan diri sebagai DPR RI bekerja sama  dengan operator. Lanjutkan SMS ini ke 15 orang, maka pulsa Anda terisi Rp.100.000. Ini benar, akulah ngirim 15, aku cek pulsa terisi Rp.100.000. Cepat sebarkan sekarang."



www.pontianakpost.com


Sebenarnya sih, ingin memperbanyak pesan tersebut. Kan lumayan dapat pulsa gratisan, tetapi ada baiknya juga bertanya juga pada paranormal dunia maya yaitu Google, pikirku. Lalu saya loading ke mesin pencari Google dan mengetik nama Karolin Margaret. 


Hitungan detik, mesin pencari Google menampakkan beberapa link situs berita atau media siber dengan judul "Profil Karolin Margret Natasa" yang dipublikasikan oleh situs berita merdeka.com.


Dalam berita itu dituliskan profil Karolin Margret adalah anak perempuan dari pasangan Drs. Cornelis, MH dan Frederika,S.Pd. Ayah Karolin Margret, Drs. Cornelis, MH  adalah Gubernur Kalimantan Barat pada periode 2008-2013, sedangkan ibunya Frederika,S.Pd seorang Guru SDN 2 Ngabang.


Karolin Margret saat ini duduk sebagai anggota DPR RI dan juga merangkap jabatan sebagai anggota MPR-RI, perempuan kelahiran 12 Maret 1982 ini adalah seorang dokter lulusan Universitas Atmajaya Jakarta. Seperti yang diberitakan oleh merdeka.com.


Setelah selesai membaca yang dituliskan oleh merdeka.com, saya kembali lagi ke mesin pencari Googlel dan mengklik nama Karolin Margaret. Paranormal Google merujuk saya ke situs sidomi.com, di situs itu terdapat judul berita "Karolin Margret Natasa, Anggota DPR yang Diduga Terlibat Kasus Video Seks."


Berita yang dilansir oleh sidomi.com pada tanggal 25 April 2012, itu menuliskan bahwa Karolin Margret diduga menjadi salah satu pelaku dalam video yang sedang melakukan hubungan suami istri.


Sebetulnya, saya menuliskan ini karena sebuah penasaran tentang siapa sebenarnya Karolin Margret, tetapi terima kasih  buat merdeka.com yang menuliskan sebuah profil dari Karolin Margret dan juga sidomi.com yang mempublikasikan "Karolin Margret Natasa, Anggota DPR yang Diduga Terlibat Kasus Video Seks." Setidaknya berita dari ke-dua media siber ini menjadi penambah giat membaca bagi saya.


Untuk penutup tulisan saya ini yang sebagian isinya copypaste, seandainya saya berdomisili di Kalimantan Barat, pasti akan mengarahkan tangan menusuk Karolin Margret Natasa pada 9 April mendatang, tetapi karena saya tinggal di Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, itu tidak mungkin terjadi. Walaupun demikian, dengan iman yang saya anut semoga Yang Maha Pengasih memberikan apa yang ingin dicapai oleh Margret Natasa. Itu saja.

Sumber: merdeka.com, sidomi.com

Wednesday, 5 February 2014

"Semoga Opera Batak tetap ada kalau PLOt tak ada suatu saat"

Eksistensi Opera Batak Melalui PLOt

Oleh: Thompson Hs
Pusat Latihan Opera Batak yang disingkat dengan PLOt adalah lembagaresmi yang bergerak untuk melanjutkan Program Revitalisasi Opera Batak

https://www.facebook.com/

PLOt mulai beroperasi di Pematangsiantar sejak September 2005 dan bertujuan untuk memberikan fasilitas pelatihan dan produksi kepada para pemain terdahulu Opera Batak serta generasi baru yang berminat, di samping pembangunan model keorganisasian untuk kemungkinan pengelolaan seni pertunjukan terkait Opera Batak.


Oleh karena itu PLOt pada awal operasionalnya mengadakan sekretariat dengan menyewa tempat di Jalan Lingga No 1 Siantar sampai 2011 dan dipertahankan mengontrak rumah di Jalan Kabanjahe No 21 BLK sejak akhir 2011.


Pengelolaan dan keberlangsungan sekretariat ini dipikirkan secara organisatoris tanpa memberatkatkan tim kerja yang ada. Adapun tim kerja PLOt terdiri dari 8 orang dan 2 di antaranya berada di luar negeri dan menjadi penyandang biaya sekretariat sampai setahun. Enam orang lainya dari tim kerja cenderung untuk pelaksanaan kegiatan, di samping dua orang memperhatikan operasional di sekretariat sampai tahun 2008.


Tahun 2009 sekretariat PLOt diharapkan agar berada di Medan mengingat ada tiga orang tim kerja tinggal dan bekerja di Medan serta dua tim kerja di Siantar "melarikan diri."


Sehingga dengan harapan sekretarit PLOt di Medan rumah di sekitar Perumnas Mandala sudah sempat dipersiapkan dan kemudian mendorong upaya sebuah tempat khusus untuk pusat latihan di Balige.


Tempat untuk pelatihan itu juga tidak lama ada setelah melobi Dr. Ir. Bisuk Siahaan yang bersedia memberikan penggunaan sebuah rumah tua di Kota Balige.


Intinya, PLOt direncanakan tidak harus beroperasional lagi di Kota Siantar. Tapi tempat sekretariat baru di Medan dan tempat pelatihan di Balige akhirnya tidak bisa dimanfaatkan karena sumber daya manusia untuk pelaku pada kedua tempat nampaknya masih tergantung kepada pelaku di sekretariat Siantar, ditambah jaminan dan dukungan operasional dalam berorganisasi.


Nampaknya PLOt belum mampu membangun model keorganisasiannya tanpa mengutamakan konsentrasi pada berbagi kegiatan pelatihan dan produksi. Itulah juga salah satu alasan kenapa sekretariat kedua harus diadakan lagi di Siantar, di samping sokongan baru dari tim kerja yang berada di luar negeri.


Sampai saat ini PLOt dikenal karena kegiatannya, terutama dengan beberapa produksi pertunjukan terakhir yang tidak tergantung kepada cerita-cerita lakon Opera Batak terdahulu. Secara keorganisasian juga PLOt memiliki pangkalan data di sekretariatnya untuk menjelaskan eksistensinya terkait kelanjutan program revitalisasi. Pangkalan data di sekretariat dan produksi pertunjukan sudah dapat pula dimanfaatkan berbagai pribadi yang terlibat dalam kegiatan PLOt. Pemanfaatan itu berguna untuk menjelaskan kehadiran PLOt dan memicu perhatian ulang berbagai jaringan yang sudah ada selama ini.


Jaringan-jaringan awal PLOt adalah Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Jakarta, pemerintah lokal, lembaga luar negeri, dan para penyumbang pribadi. setiap kegiatan PLOt boleh dikatakan menarik perhatian publik dan media. Khususnya perhatian media sebuah brosur PLOt pernah menggunakan anotasi pemberitaan dari awal operasional sampai tahun 2010.


Anotasi tersebut dilakukan berdasarkan hasil kerja pembuatan klipping di sekretariat dan sumber-sumber ekspose lainya. Dari luar sekretariat pangkalan data berupa foto-foto, video, poster, dan lain-lain yang kemudian dapat disimpan dan dapat dibukukan manfaatnya kepada kepentingan penelitian yang dimanfaatkan sejumlah kalangan kampus, televisi, dan pembuat filem.


Sejumlah buku di sekretariat juga dapat dimanfaatkan, selain properti yang dihasilkan sejak revitalisasi Opera Batak di Tarutung tahun 2002. Pemanfaatan tanpa prosudur ketat menunjukkan PLOt terbuka secara organisasi dan berjuang mendukung perkembangan tim kerjanya dan para penggembira pada bidang-bidang dan minat tertentu.


Dukungan PLOt untuk pengembangan kapasitas tim kerja dan penggembiranya adalah melobi jaringan dengan kunjungan langsung, via surat, nia telepon, dan bantuan langsung keuangan secukupnya.


Bentuk dukungan itu contohnya untuk pelatihan-pelatihan, studi lanjut akademik, mata kuliah spesifik Opera Batak di kampus, dan sosial. Tujuan semua bentuk dukungan ini merupakan cara kerja yang diharapkan memberikan citra keorganisaan PLOt, meskipun masih belum menetapkan modelnya.


Tahun 2008 PLOt mendaftarkan keorganisasiannya di Siantar karena urgensi dana Seminar dan Pelatihan Opera Batak. Urgensi terkait dengan prasyarat pencairan dana yang diberikan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Utara. PLOt terdaftar di Kantor Notaris Masta Damanik dalam bentuk perhimpunan.


Karena tim kerja dari luar negeri tidak memungkinkan hadir dalam proses pendaftaran itu, maka secara formal dicatat lima (5) orang pendiri PLOt, di antaranya melalui nama Thompson Hs, M. Suwarsono, Imelda Manurung, Bono Sitompul, dan Ganda Horas Hutahaean. Di luar nama-nama tersebut dibayangkan tetap masih menjadi tim kerja sampai anggaran rumah tangga dapat diperbuat.


Namun sampai saat ini anggaran rumah tangga PLOt tidak mungkin dapat dirumuskan tanpa potensi sumber daya manusia yang paham dan sadar dengan sebuah organisasi. Pendiri juga dapat dikatakan tidak harus manusia organisatoris, kecuali dengan proses pembelajaran khusus yang dapat dilakukan siapa saja kalau sebuah organisasi dianggap bermanfaat di samping mengambil manfaat dari setiap kegiatan.


Hal berorganisasi dan berkegiatan inilah yang masih belum bertemu dalam eksistensi PLOt dalam perkembangannya. Sampai PLOt dapat melaksanakan pertunjukan ke Jerman pada November 2013 lalu kelihatannya itu belum dianggap sebagai bagian dari jejak organisasi karena dalam setiap kegiatan PLOt manfaat keorganisasiannya masih harus tarik-menarik dengan kepentingan dan manfaat-manfaat lainnya dalam berkegiatan.


Semoga Opera Batak tetap ada kalau PLOt tak ada suatu saat. Hidup Opera Batak di mana-mana!

https://www.facebook.com/



Medan, 1 Februari 2014
Tulisan ini dilansir dari SKM MATA RAKYAT, terbitan edisi 3 - 10 Februari 2014.

SKM MATA RAKYAT | 3 - 10 Februari 2014

"Pemilihan Wakil Bupati Samosir" dilaksanakan pada, Selasa 4 Februari 2014 melalui rapat paripurna. Anggota dewan akan menentukan pilihan mereka terhadap dua calon wakil. yaitu Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga. Pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Resor Samosir sudah disiapkan seperti yang dikatakan Wakapolres Adel Samosir.

"Nomor Plat Baru Kendaraan Dinas Kabupaten Samosir" Masyarakat kerap salah tebak tentang mobil dinas yang digunakan pejabat di Kabupaten Samosir. Meski lama-kelamaan warga akhirnya mengetahuinya.

"Tongam Sitinjak Sudah Diganti" acara paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Lamhot Sitinjak mengambil sumpah di gedung dewan pada 27 Januari yang lalu.

"Sekda Lantik Staf Ahli Bupati" pertama kali terjadi di Kabupaten Samosir, Sekda melantik pejabat eselon II, III, dan IV termasuk Staf Ahli Bupati.

Kutipan berita diatas ter-rangkum se-halaman penuh di SKM MATA RAKYAT, edisi 009/I pada halaman 12. Untuk lebih lengkap, baca versi cetak (koran) atau hubungi wilayah Samosir, Bid.Promotion: 0853-6286-5939.


Tuesday, 28 January 2014

Maaf, Untuk Seorang Perempuan

Usia semakin hari semakin matang untuk menjalari putaran waktu, langkah kaki akan menuju sasaran kepelaminan segera mengarah. Namun, hati belum menentu dan meletakkan pilihan kepada seorang perempuan.

Dari setiap hubungan yang terjalin terasa tak adanya keseriusan untuk mengikat janji, semua hanya berstatuskan pacaran, dan setelah itu berakhir begitu saja. Entah ada yang kurang dalam perhatian ataupun perilaku, tetapi mungkin masih itulah perjalanan yang diberikan Yang Kuasa untuk dilalui.

Selama ini, Selalu mencintai seorang perempuan penuh kesungguhan tanpa memandang sidikit pun kekurangan, karena dalam diri ini juga dipenuhi oleh kekurangan.

Suatu waktu yang sudah berlalu, pernah menjalani hubungan dengan seorang perempuan berperawakkan badan ideal tinggi, wajahnya mempesona dengan hiasan bintik-bintik jerawat. Menurutku, perempuan itu sangat sempurna sebelum aku mengetahui sisi kelam yang dirasakan olehnya.

Hubungan pun terjalin dengan sebuah kata pacaran, rasa semakin menggebuh-gebuh, hati mulai menyatuh seperti diketahui apa yang dirasakan satu sama lain.

Kejujuran pun mulai kutanamkan, lebih baik bodoh karena kejujuran daripada bohong demi kebaikan. Kata-kata itu selalu terucap melalui telepon genggam yang menghinggapi telingganya.

Perlahan, perempuan itu membuka sedikit hatinya untuk jujur dan semakin lama semua dibalik senyumnya tersimpan kenyataan pahit yang tak bisa diterima oleh akal sehat diutarakan olehnya.

Setelah mengetahui jalan hidup yang dialami sewaktu mulai duduk di sekolah menengah pertama, aku pun seperti orang yang tak bisa mempertanggungjawabkan perkataan sebuah arti kejujuran.

Diam, tidak mengangkat telepon, aku menghindar, dan sebisa mungkin aku menjauh dari kehidupannya karena aku, hatiku, dan naluri berpikir akal sehatku tak bisa menerima perlakuan yang terjadi padanya.

Maaf, itulah kata yang kutuliskan untuk perempuan itu yang walaupun dia tidak bisa membaca tulisan ini. Suatu hari nanti berharap mengerti dengan sikap ini, aku sakit, stress, dan bahkan menjadi seperti orang gila setelah mengetahui jalan hidup yang dilalui olehmu.


Monday, 27 January 2014

SKM MATA RAKYAT | 27 Januari - 2 Februari

"10 Tahun Samosir, Tokoh Pemrakarsa Terabaikan." Begitulah dirasakan oleh para panitia pemrakarsa Kabupaten Samosir yang belum pernah merasakan nuansa 'penghargaan', bahkan seolah-olah putus komunikasi.

"Rosinta Sitanggang Sarankan Bupati Samosir Lebih Serius Tingkatkan PAD." Lagi-lagi anggota dewan menyoroti kinerja Bupati Samosir, kali ini dari Fraksi Karya Sejahtera yang disampaikan oleh Rosinta Sitanggang. Anggota dewan sekaligus Ketua Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Samosir itu menyarankan agar kinerja aparatur lebih maksimal.

Topik diatas kami rangkum se-halaman penuh di SKM MATA RAKYAT, edisi 008/I pada halaman 12. Untuk lebih lengkap, baca versi cetak atau hubungi wilayah Samosir, Bid.Promotion: 0853-6286-5939.

Tuesday, 21 January 2014

SKM MATA RAKYAT | Edisi 007/I, 20-26 Januari 2014

"Wacana Politik Uang Warnai Lambatnya Pemilihan Wabup Samosir," menjadi issu hangat yang beredar di tengah masyarakat Kabupaten Samosir. Bahkan, wacana itu muncul seolah DPRD sedang menunggu "kejelasan angpao." Dalam hal ini, seorang warga pangururan pun ragu terhadap anggota DPRD yang menjadi wakil rakyat bisa menjadi pemilih yang cerdas.

"Bupati Mangindar Diminta Tegas," menjadi sorotan dalam pandangan akhir fraksi DPRD pada rapat paripurna RAPBD, Minggu yang lalu di gedung dewan. Dari Farksi PNI-Marhaenisme juga meminta agar Bupati Samosir lebih tegas, tanggapan dari F-PNI itu menyoroti berbagai kinerja SKPD. Meskipun banyak kritik tajam dan menilai Bupati Samosir tidak tegas. Toh, akhirnya tetap juga menerima RAPBD untuk disahkan menjadi APBD.

"Duduk Sendirian Wartawan Suguhkan Sebungkus Rokok Pada Bupati," kejadian yang menarik pada saat rapat paripurna oada 17 Januari, diskors selama dua jam. Seorang wartawan mendekati Bupati ke meja barisan pimpinan untuk menyodorkan sebungkus rokok.

Topik diatas kami rangkum se-halaman penuh di SKM MATA RAKYAT, edisi 007/I pada halaman 12. Untuk lebih lengkap, baca versi cetak atau hubungi wilayah Samosir, Bid.Promotion: 0853-6286-5939.

Sunday, 19 January 2014

Cahaya Matahari Menyerupai Cahaya Spot Light


Fenomena cahaya dalam foto yang menyerupai cahaya spot light itu kujepret pada tanggal 21 Mei 2013 yang lalu, sewaktu sore hari dari kawasan Pemandian Aek Rangat Pangururan.
Sebelumnya, saya sudah memosting foto ini di laman Facebook (facebook.com/abidan.simbolon.90) Banyak yang respon setelah melihat hasil jepretan kamera pocket itu. Lalu mereka berkomentar: Indah sekali, bagus bangat, nice, darimana bisa memandang seperti ini. Dan ada juga yang tidak percaya bahwa itu asli, malah dikatakan dalam komentarnya bahwa foto ini hasil editan fotoshop.



Cahaya indah sewaktu sore hari memandang dari kawasan Pemandian Aek Rangat Pangururan