Media | Berita | Penerbitan

Sunday, 12 April 2015

Sekdakab Samosir Terima Audiensi DPC PWRI

“Secara pribadi, saya sangat bangga dengan kehadiran Persatuan Wartawan Republik Indonesia di Kabupaten Samosir,” ujar Ir. Hatorangan Simarmata, di ruang kerjanya, saat menerima audiensi dari Ketua Panitia Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Samosir Darwin Rumapea, Selasa, 7 April 2015.


Foto bersama
  
Didampingi Ketua DPC PWRI Kabupaten Samosir Salomo Sinaga, bersama anggota DPC PWRI Mikronesia Sinaga, Rebin Efendi Malau, Abidan Simbolon, Friska Sihaloho, Clara Ambarita, Tatar Pasaribu, dan Jones Turnip disambut baik oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, tersebut.

Kehadiran DPC PWRI Kabupaten Samosir, di ruangan Ir. Hatorangan Simarmata, dalam rangka pemaparan acara pelantikan DPC PWRI untuk 5 (lima) Kabupaten/Kota yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 April 2015, di Hotel Gorat, Kecamatan Palipi.

Pelantikan oleh DPD PWRI Provinsi Sumatera Utara untuk 5 (lima) Kabupaten yaitu: DPC PWRI Kabupaten Samosir, DPC PWRI Kabupaten Dairi, DPC PWRI Kabupaten Pakpak Barat, DPC PWRI Kabupaten Humbang Hasundutan, dan DPC PWRI Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam kesempatan itu, Hatorangan berharap kehadiran PWRI di Kabupaten Samosir, memiliki peran dalam pembangunan dan bukan menjadi kepentingan untuk diri sendiri dan sebagai mitra kerja pemerintah dalam hal publikasi.

“ PWRI diharapkan menjadi mitra dalam publikasi, sebuah organisasi bukan karena kepentingan, tetapi untuk memperoleh dan menempatkan diri untuk berperan.” Ujar Hatorangan.

Ditambahkan Hatorangan, “kewajiban kami memberikan informasi terhadap aktifitas pembangunan di Kabupaten Samosir. Namun, harus ikhlas, serta rela berkorban pikiran dan tenaga, juga jangan berharap imbalan dari organisasi.” Katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan DPC PWRI Darwin Rumapea, mengharap dukungan dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Samosir demi suksenya kegiatan pelantikan DPC PWRI 5 (lima) kabupaten/kota, khususnya kesuksesan DPC PWRI Kabupaten Samosir.

“Saya harap, kehadiran Pak Sekda dalam pelantikan ini dapat hadir dan memberikan support atau dukungan terhadap kemajuan DPC PWRI di Kabupaten Samosir, ini.” Ujar Darwin Rumapea. (Abidan Simbolon)

Sumber: Harian Reportase

Wednesday, 1 April 2015

Jalongser Simbolon: Bukan Hanya Sekedar Bupati

Jalongser Simbolon, aktif sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol), menyatakan sikap tegas kepada para bakal calon bupati di Kabupaten Samosir agar wajah program yang diboyong-boyong berwujud dan menunjukkan andalan, strategi, juga kemampuan.

Samosir | Harian Reportase 



“Kepada rekan-rekan yang menyatakan sikap, mengutarakan niat untuk maju, saya bangga. Saya mau lihat kemampuaan apa yang diandalkan, strateginya bagaimana, bukan hanya sekedar visi misi, bukan sembarang ngomong.” Tegas Jalongser Simbolon.

Situasi dan usia Kabupaten Samosir ke-XI, menurut Jalongser Simbolon seperti berjalan di tempat. Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi buah pemikiran  Letkol. Jalongser Simbolon, untuk bertindak, memiliki niat, dan tekad untuk maju sebagai calon bupati di Kabupaten Samosir.
  
Tidak menjadi jaminan seorang kepala daerah bisa membuat perubahan untuk menggerakkan sistem pemerintahan supaya bersinergi. Kepiawaian, pendekatan, dan strategi dibutuhkan dan kebersamaan.

“Makanya dibutuhkan pertama dia punya kemampuan bekerja, memahami pekerjaan itu, dan punya integritas, punya karakter. Jadi bukan asal duduk, kalau duduk semua pengen. Kemampuan bekerja dan memahami Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDM) bisa bergerak bersama” Ujar Jalongser.

Ditambahkan Jalongser, “Pemimpin itu tujuannya bukan hanya memimpin anak buahnya bekerja, tapi dia harus mampu membuat perubahan didaerah yang dipimpinnya, seirama dan seimbang sebagai fungsi seorang pemimpin,” ucapnya.

Memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan untuk memimpin, dan karakter yang bagus sebagai modal andalan yang diterapkan Jalongser Simbolon.

“Memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan bekerja, dan karakter yang harus dipenuhi sebagai bekal untuk calon kepala daerah. Orang brilian, kalau karakternya rusak, dia akan jadi koruptor,” tegas Jalongser.

Kehadiran Jalongser pun tidak diragukan lagi bakal calon bupati, siap untuk menang dan tidak ragu untuk kalah. Kepedulian terhadap daerah kelahirannya itu untuk menata dengan fropesional, bukan hanya sekedar gelar bupati.

“Harus siap, tidak perlu kita ragu-ragu untuk maju, siapkan ‘peluru’ untuk menang, kalah pun kalah terhormat. Bukan hanya sekedar gelar bupati.” Terang Jalongser.

Profil
Letkol. Jalongser Simbolon. Pria kelahiran 5 Agustus 1958 di Sitaotao, Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, diusianya 57 tahun, kesehariannya sebagai Oditur Militer I/02 wilayah di Sumatera Utara.

Menginjak pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Tanjung Bunga, dan Alumni Sekolal Menegah Pertama (SMP) I Pangururan, dan STM di Siantar.

Pada tahun 1980 diterima menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Bandung dan ditempatkan di Keraton Solo. Setelah lima tahun, masuk mendaftar di Akademi Hukum Militer.

Jalongser Simbolon mempersunting Boru Sinaga dari Sabulan dan dikaruniai anak perempuan 3 dan 1 anak laki-laki.

Jalongser Simbolon, pun hingga kini aktif sebagai ketua lembaga Cinta Anak Samosir (CAS). (Abidan Simbolon)

Polres Samosir Tangkap Polisi Pengedar Narkoba

AKP. Maroja Sihaloho, pada hari Senin, 23 Maret 2015, baru sehari serah terima jabatan menjadi Kasat Narkoba Polres Samosir, sudah menunjukkan kinerjanya memberantas narkoba.

Keterangan foto: Kasat Narkoba AKP. Maroja Sihaloho. Foto oleh Abidan Simbolon.


Adalah Brigadir J. S, oknum Polres Samosir yang bertugas di Polsek Harian, dibekuk Sat Narkoba Polres Samosir di belakang SPBU Pangururan, dari tas Brigadir J. S ditemukan narkoba jenis sabu siap edar sebanyak 27 paket dengan berat brutto 6,40 gram.

Penangkapan J. S berawal dari informasi yang diterima masyarakat tentang adanya peredaran jual beli narkoba. Atas laporan  itu, anggota polres Samosir turun ke lokasi untuk melakukan pengintaian yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Samosir AKP. Maroja Sihaloho.

“Kejadian pengintaian pada hari Selasa, 24 Maret 2015, dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Atas informasi dari masyarakat, kita sigap dan berhasil membekuk sekitar pukul 15.00 WIB.” Ujar AKP. Maroja Sihaloho, di ruang kerjanya.

Diterangkan AKP. Maroja Sihaloho, narkoba jenis sabu siap edar sebanyak 27 paket ditemukan dalam tas tersangka Brigadir J. S dan 57 pelastik transparan, bong (alat menghisap sabu).

Tersangka Brigadir J. S, diamankan dan ditahan di dalam tahan Polres Samosir, AKP. Maroja Sihaloho mengatakan masih mendalami pemeriksaan dan pengembangan penyidikan lebih lanjut.

“Kita masih mendalami pemeriksaan dan pengembangan penyidikan lebih lanjut.” Ujar Maroja. (Abidan Simbolon)

Sumber: Reportase

Melalui PNBRS, 105 Murid SD Laksanakan Try Out

Kepedulian terhadap peningkatan mutu pendidikan sudah seharusnya mendapat dukungan dari setiap elemen masyarakat agar bekal anak didik menghadapi ujian mendatang memiliki persiapan.

Hal itulah yang dilakukan oleh Persatuan Naposo Bulung Rianiate Sekitarnya (PNBRS)  kepada 105 orang anak kelas VI Sekolah Dasar (SD) dengan mengadakan try out, bertempat di SD N 14 Rianiate, Sabtu, 21 Maret 2015.

Keterangan foto: Siswa foto bersama PNBRS

“Ini kita lakukan untuk persiapan siswa menghadapi Ujian Nasional nantinya. Sebagai alumni dan juga pemuda setempat, kita selayaknya mendidik dan peduli terhadap adik-adik SD yang akan mengikuti ujian,” Ujar Ketua PNBRS Okto Simbolon.

kepala sekolah dan tenaga pengajar yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengucapkan erima kasih kepada PNBRS atas kepedulian terhadap siswa di sekolahnya, mengingat sudah minimnya kepedulian generasi muda masa kini terhadap daerah asal.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian kepada anak-anak kami, semoga siswa-siswi yang telah mengikuti try out ini dapat mengikuti jejak kalian hingga meraih sukses dan berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara," ijar Kepala SD N 2 Rianiate Hardina Simbolon.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir Marulak Malau, menyambut baik kegiatan tersebut. Dikatakannya,  “tak melihat besar kecilnya nilai kontribusi yang diberikan. PNBRS telah membantu peran dinas dalam hal meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Samosir. Semoga PNBRS  ini selalu memberikan contoh (dengan kegiatan) yg positif kedepannya." Tutup Marulak Malau. (Abidan Simbolon)

Sumber: Reportase

Ir. Hatorangan Simarmata Berharap GAMKI Menjadi Ujung Tombak Kristen di kabupatten samosir

Sekda Ir. Hatorangan Simarmata, secara resmi membuka Konfrensi Cabang III Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Samosir, di Aula A. E. Manihuruk, Jumat 27 Maret 2015.
Keterangan foto: (dari kiri) Ketua GAMKI Samosir masa jabatan 2011-2014 Tumpal Siregar, Sekda Ir. Hatorangan Simarmata, Pdt. Saut Sirait, Kapolres Samosir AkbP. Andry Setiawan, dan Ketua Panitia Konfercab GAMKI Samosir Fernando Sitanggang.
Dalam Konfresi yang digelar GAMKI Samosir itu, Ir. Hatorangan Simarmata, berharap GAMKI harus bisa sahabat semua organisasi di Kabupaten Samosir dan menjadi organisasi yang membahas berbagai masalah dan menghasilkan solusi.

”Gamki ini, harus menjadi sahabat kepada semua organisasi-organisasi kepemudaan di Kabupaten Samosir.” Ujar Hatorangan.

Hatorangan menambahkan, GAMKI harus mendudukkan organisasi dan orang-orangnya menjadi sahabat, termasuk Pemerintah Kabupaten Samosir.

“Berperanlah menggerakkan seluruh aktifitas dalam membangun Samosir, sekecil apapun itu, tolong GAMKI mengambil peran,” Ucapnya.

Ir. Hatorangan Simarmata, juga menekankan agar GAMKI mengambil peran dalam mendidik para kaula muda untuk aktif di dalam gereja untuk membentuk karakter dan menjadi generasi penerus.

“GAMKI lah penggerak dan pencerah di gereja agar petugas dan pelayan gereja itu wajib mendidik naposo bulung untuk pembentukan pembangunan generasi kedepan.”
GAMKI harus berperan menjadi ujung tombak pembinaan dan pembangunan karakter umat Kristen khususnya generasi naposo bulung.

Acara itu dihadiri senioran GAMKI Pdt. Saut Sirait STh. MTh, Sekretaris DPD GAMKI Alfan Sihombing, Kapolres Samosir AKBP. Andry Setiawan, Ketua DPD Wanita Khatolik Indonesia Sumut Sinta Agnes Tamba, SH, mewakili DPC IPK Samosir Mikronesia Sinaga, Depicab Wira Karya Indonesia Samosir Abidan Simbolon,  Ketua DPRD Rismawati Simarmata. (Abidan Simbolon)

Sumber: Reportase

741 Tilang Selama Bulan Januari Hingga Maret

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan alat kelengkapan kendaraan, Polres Samosir melalui Sat Lantas melaksanakan Operasi Rutin 2015. mulai bulan Januari sampai tanggal 26 Maret 2015, Sat Lantas Polres Samosir sudah melakukan penilangan sebanyak 741 tilang (tindakan langsung), dan harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN).

Banyaknya pelanggaran lalu lintas didominasi ketidak-adanya Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) oleh pengendara. “Pelanggaran dominan tidak memiliki SIM dan STNK” Hal itu dikatakan Kanit Patroli Sat Lantas Polres Samosir Bripka Eddie Naibaho, di ruang kerjanya, Kamis, 26 Maret 2015 kepada Reportase.

Eddie Naibaho


Polemik di tengah-tegah masyarakat Kabupaten Samosir yang mempertanyakan tentang penangkapan yang dilakukan polisi kepada pengendara saat pekan atau hari Rabu di Onan Baru, Pangururan, yang tidak menggunakan plang razia oleh polisi, dijawab Bripka Eddie Naibaho, adalah Penjagaan.

“Khusus hari pekan, kita melakukan penjagaan dengan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP, jadi kalau ada kita tilang, itu adalah kesalahan kasat mata seperti tidak menggunakan hlem, melawan rambu-rambu jalan, dan tidak menyalakkan lampu,” ujar Bripka Eddie Naibaho.

Melalu kerja sama kepada dua instansi tersebut, Setiap ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diketahui melakukan pelanggaran, langsung mencatat namanya dan dilaporkan ke Sekda. Hal itu dibenarkan pegawai Dinas Perhubungan bermarga Simbolon, “Setiap ada PNS yang melakukan pelanggaran, mencatat namanya dan dilaporkan ke Sekda.” Ujar Simbolon. (Abidan Simbolon)

Sumber: Reportase

Tuesday, 24 March 2015

Musrembang Kabupaten Samosir

* Risma Hutabarat Puyeng datang ke Samosir

Penerangan dan infrastruktur jalan menjadi keprihatinan yang dilontarkan Kepala Bidang Sejarah Kepurbakalaan Dinas Budaya dan Pariwisata Sumatera Utara Rismawati Hutabarat, pada saat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Samosir melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) yang dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Samosir di Aula A. E. Manihuruk, Selasa, 17 Maret 2015.

Keterangan Foto: Foto bersama unsur pimpinan teknis dari Pemerintah Sumatera Ut bersama Sekdakab Samosir Ir. Hatorangan Simarmata. Foto oleh Abidan Simbolon

 
"Dalam menunjang pariwisata, dukungan wisata alam, budaya, dan sumber daya manusia (SDM). Saya datang kesini Puyeng Pak." Ujar Risma mengisahkan kedatangannya ke Samosir karena jalan yang rusak membuatnya pusing, itu dikatakan saat memberi paparannya.

Begitu juga dari Dinas Pertanian Provsu mengatakan dengan lahan pertanian beralih fungsi menjadi bangunan. Dan Dinas Pendidikan Provsu mengatakan Kabupaten Samosir adalah daerah tertinggal karena ketidak-adanya Sekolah Luar Biasa (SLB). Sedangkan Dinas Tata Ruang Provsu menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Samosir segera menetapkan RTRW.

Musrembang itu dilaksanakan selama 2 (dua) hari, keesok harinya, 4 (empat) anggota DPRD menyoroti bobroknya kinerja SKPD. Hal itu di katakan Sorta Siahaan dari F-PDI-Perjuangan. Menurut Sorta, SKPD kurang Optimal dalam melaksanakan Tugasnya, antara lain pembangunan jalan, jalan yang baru selesai di aspal belum tiga (3) bulan sudah rusak. Sementara dilahan pertanian berubah pungsi menjadi pemukiman, ini mempersempit dan bisa mengurangi lahan produktif para petani.

Dari F-Demokrat Bolusson Pasaribu, menekankan agar penanggulangan bencana tanggap dengan bencana di Kabupaten Samosir, Bolusson juga menekankan Dinas kehutanan agar hutan yang ada di kabupaten samosir bisa terjaga dan bisa di wariskan kepada Anak Cucu masyarakat Samosir nantinya.

Sementara itu, dari F-Gerindra Ir. Mardan Sihotang, juga menyoroti Dinas Pariwisata untuk mewujudkan seperti apa sebenarnya ‘negeri indah kepingan surga.’ Mardan berharap kepariwisataan di samosir yang berbasis andalan dan jangan hanya menampilkan keindahan Danau Tobanya saja. Seharusnya harus bisa sejalan dengan Pariwisata dalam kerajinan lokal.

Sedangkan F-NasDem yang juga Wakil Ketua DPRD Jonner Simbolon menekankan Gaji Honorer harus sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UKM) yang berlaku.

 Musrembang Kabupaten Samosir selesai pada pukul 19.00 WIB dan ditutup  resmi oleh Wakil Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon. (Abidan Simbolon)

Sumber: Reportase